You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa BANJARHARJO
Logo Desa BANJARHARJO
BANJARHARJO

Kec. KALIBAWANG, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat Datang Di Website Resmi Pemerintah Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo

Wondis Cokelat: Dari Kakao Lokal Menjadi Cokelat Unggulan Kulon Progo

Admin Banjarharjo 05 Agustus 2026 Dibaca 4 Kali

Di balik popularitas durian yang menjadi ikon daerah Kalibawang, terdapat sebuah rumah produksi cokelat yang menghadirkan cita rasa khas dari kakao lokal. Berlokasi di Salakmalang, Kalurahan Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Wondis Cokelat hadir untuk mengolah biji kakao hasil panen para petani dari Kalibawang. Dengan mengutamakan bahan baku lokal, Wondis Cokelat tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga turut mendukung kesejahteraan bagi petani setempat. 

 

Perjalanan Wondis Cokelat bermula dari usaha Ibu Dwi Martuti Rahayu yang sejak tahun 2012 mengolah tanaman pegagan menjadi peyek pegagan. Dari Peyek Pegagan tersebut, Ibu Tuti mengikuti berbagai perlombaan dan produk tersebut berhasil meraih sejumlah prestasi. Selanjutnya, Ibu Tuti membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis untuk mengembangkan berbagai olahan berbahan dasar pegagan. Salah satu inovasinya adalah cokelat pegagan yang berhasil meraih prestasi pada Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) dan mengantarkan Ibu Tuti memperoleh undangan ke Istana pada tahun 2015. Sejak saat itu, cokelat pegagan dijadikan sebagai salah satu makanan khas Kulon Progo. 

 

Pegagan sendiri merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di area persawahan dan dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti membantu meningkatkan daya ingat, multivitamin otak, dan menjaga kesehatan kulit. Melihat potensi kakao lokal, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kemudian mendorong Ibu Tuti untuk mengembangkan produk olahan kakao. Dengan dukungan berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyediaan mesin produksi, berdirilah Wondis Cokelat pada 22 Oktober 2017. Nama "Wondis" merupakan singkatan dari Pawon Gendis, sebagai cikal bakal berdirinya usaha tersebut.

 

 

Dalam proses produksinya, Wondis Cokelat didukung oleh delapan orang tenaga kerja yang berperan dalam pengolahan hingga pemasaran produk. Setiap mesin memiliki kapasitas produksi sekitar 3 kilogram cokelat dalam satu kali proses, dengan total produksi mencapai kurang lebih 200 kilogram per bulan, yang disesuaikan dengan permintaan pasar dan ketersediaan bahan baku. Berkat kualitas produknya, Wondis Cokelat tidak hanya dipasarkan di wilayah Kulon Progo, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah di luar Pulau Jawa. Selain dapat dibeli secara langsung di lokasi produksi dan pihak reseller, berbagai produk Wondis Cokelat juga tersedia di online shop yaitu Wondis Cokelat Shop sehingga semakin mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai daerah.

Bagi yang ingin berkunjung untuk mengetahui proses pengolahan cokelat, Wondis Cokelat menyediakan paket wisata edukasi yang cocok untuk rombongan sekolah, mahasiswa, instansi, maupun masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat mengenal proses pengolahan kakao dari bahan baku hingga menjadi produk siap konsumsi sekaligus memperoleh wawasan mengenai potensi perkebunan di Kalibawang. Selain mencicipi cita rasa cokelat khas Kulon Progo, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat semangat masyarakat lokal dalam mengembangkan potensi daerah menjadi destinasi wisata yang edukatif dan bernilai ekonomi.

 

 

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan