Jembatan Duwet merupakan jembatan gantung yang menghubungkan Kalurahan Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Kalurahan Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jembatan ini membentang di atas Sungai Progo dan telah menjadi penghubung penting bagi aktivitas masyarakat sejak puluhan tahun yang lalu.
Pada inskripsi yang berada di sisi Kalibawang disebutkan bahwa Jembatan Duwet telah berdiri sejak era 1930-an. Sementara itu, pada inskripsi lainnya tertulis "Bangunan Djembt Duwet 25-Juni-1960" yang mengindikasikan adanya pembaruan jembatan pada masa tersebut. Kemudian pada tahun 2015, dilakukan rehabilitasi kembali untuk memperbarui pelat lantai kayu pada jembatan tersebut. Keberadaan jembatan ini memiliki peran penting sejak zaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia khususnya bagi markas-markas perjuangan di sebelah barat Sungai Progo. Hingga kini, Jembatan Duwet ini masih dimanfaatkan menjadi jalur alternatif guna mendukung kelancaran transportasi dan aktivitas perekonomian masyarakat. Meskipun demikian, Jembatan Duwet hanya dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua dengan ketentuan maksimal lima kendaraan dengan lintasan searah dan beban maksimal 500 kilogram per kendaraan.
Salah satu daya tarik Jembatan Duwet terletak pada kondisinya yang masih sederhana yaitu pelat lantainya yang masih menggunakan papan kayu. Saat melintasinya, pengendara maupun pejalan kaki akan mendengar bunyi khas kayu yang berderit sehingga memberikan pengalaman tersendiri. Meskipun beberapa bagian papan kayu telah menunjukkan tanda-tanda pelapukan dan terdapat bagian yang mulai berlubang, jembatan ini masih dapat dilalui dengan tetap mengutamakan kehati-hatian serta mematuhi ketentuan beban yang telah ditetapkan.
Selain memiliki nilai fungsional, Jembatan Duwet juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Jembatan ini telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya dengan periodisasi Kolonial (Belanda/Cina). Status tersebut menjadikan Jembatan Duwet sebagai salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. Tidak sedikit masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung untuk menikmati suasana sekitar, melintasi jembatan dengan bersepeda santai, atau sekadar mengabadikan keunikan jembatan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Artikel ini disusun dalam rangka kegiatan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Tahun 2026 sebagai media informasi mengenai potensi wisata di Kalurahan Banjarharjo.