Padukuhan Duwet II merupakan salah satu padukuhan di Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo yang memiliki beragam potensi lokal. Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta usaha mikro yang telah berkembang secara turun-temurun. Selain itu, keberadaan fasilitas umum dan potensi wisata alam turut mendukung aktivitas masyarakat serta menjadi bagian dari karakter wilayah Padukuhan Duwet II.
Untuk memudahkan masyarakat maupun pengunjung mengenali berbagai potensi tersebut, dilakukan pendataan dan penyajian informasi dalam bentuk Peta Digital Potensi Padukuhan Duwet II. Melalui peta ini, pengguna dapat melihat persebaran potensi usaha, fasilitas umum, landmark, serta batas administrasi secara interaktif sehingga informasi wilayah menjadi lebih mudah dipahami.
Potensi Unggulan Padukuhan Duwet II
Hasil pendataan menunjukkan bahwa Padukuhan Duwet II memiliki sejumlah potensi unggulan yang berperan dalam mendukung perekonomian masyarakat maupun pengembangan wilayah. Potensi tersebut meliputi sektor UMKM, peternakan, perikanan, serta wisata alam yang tersebar di beberapa lokasi.
UMKM Slondok

Slondok merupakan salah satu produk olahan khas berbahan dasar singkong yang telah lama diproduksi oleh masyarakat Padukuhan Duwet II. Industri rumahan ini menjadi sumber penghasilan bagi beberapa keluarga dan produknya telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah di luar Kalibawang. Keberadaan UMKM slondok tidak hanya mendukung perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu identitas khas Padukuhan Duwet II.
Budidaya Lele dan Cacing Sutra
Budidaya ikan lele dan cacing sutra menjadi salah satu potensi unggulan masyarakat Padukuhan Duwet II. Kedua usaha tersebut saling terintegrasi melalui pemanfaatan limbah budidaya. Air bekas kolam lele yang masih mengandung sisa nutrisi dimanfaatkan sebagai media budidaya cacing sutra sehingga mampu mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi. Cacing sutra yang dihasilkan kemudian dipasarkan sebagai komoditas bernilai jual, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan benih ikan di berbagai daerah. Pola budidaya ini menjadi contoh pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Peternakan Kambing dan Domba

Selain sektor perikanan, masyarakat juga mengembangkan usaha peternakan kambing dan domba yang dikelola secara mandiri. Peternakan ini menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat sekaligus mendukung penyediaan pangan lokal. Informasi lokasi peternakan yang ditampilkan pada peta digital diharapkan dapat mempermudah pendataan maupun penyebaran informasi mengenai potensi peternakan di Padukuhan Duwet II.
Jembatan Gantung Duwet

Jembatan Gantung Duwet merupakan salah satu infrastruktur penting yang menghubungkan Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo dengan Kalurahan Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Keberadaan jembatan ini mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, bersekolah, maupun mengangkut hasil pertanian dan peternakan. Selain memiliki fungsi sebagai penghubung antarwilayah, Jembatan Gantung Duwet juga menawarkan panorama Sungai Progo yang menarik sehingga memiliki potensi sebagai daya tarik wisata lokal.
Air Terjun Kedhung Bendho
Air Terjun Kedhung Bendho merupakan salah satu potensi wisata alam yang berada di aliran Sungai Progo, tepat di sebelah utara Jembatan Gantung Duwet. Berlokasi di kawasan perbatasan Padukuhan Duwet II, Kalurahan Banjarharjo, dengan Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, air terjun ini menawarkan suasana alam yang masih asri dengan aliran sungai yang jernih. Keberadaannya melengkapi potensi wisata alam Padukuhan Duwet II dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Padukuhan Duwet II memiliki potensi wilayah yang beragam, mulai dari sektor UMKM, peternakan, perikanan, hingga wisata alam. Potensi-potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung perekonomian masyarakat serta pengembangan wilayah di masa mendatang. Melalui penyajian informasi dalam bentuk peta digital, masyarakat, pemerintah kalurahan, maupun pengunjung dapat lebih mudah mengenali persebaran potensi yang dimiliki sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi, pendukung perencanaan pembangunan, serta referensi dalam pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.
Artikel ini disusun dalam rangka kegiatan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Tahun 2026 sebagai media informasi mengenai potensi Padukuhan Duwet II.